Total Tayangan Halaman
Minggu, 26 Januari 2014
[Merdeka] Rusia rekrut hacker untuk 'curi ilmu' dari perusahaan besar
Semua negara di dunia ini pastinya melakukan penyadapan. Pernyataan ini sangat cocok ketika dikaitkan dengan berbagai aksi penyadapan yang terbongkar akhir-akhir ini.
Setelah dunia digegerkan dengan NSA yang memata-matai banyak negara dan Australia yang menyadap pembicaraan SBY dan sejumlah pejabat, sebuah fakta penyadapan kembali terbuka. Seperti yang dilansir oleh Reuters (22/1), pelakunya kali ini adalah pemerintahan Rusia yang mencoba hack ratusan perusahaan Amerika, Eropa, dan Asia untuk alasan ekonomi.
Hal ini terungkap setelah CrowdStrike melaporkan temuan ini. Disebutkan, serangan siber dari pemerintah Rusia ini ditujukan untuk perusahaan teknologi dan energi yang memiliki kekayaan intelektual tinggi.
"Serangan ini terlihat didukung oleh pemerintah Rusia yang juga ingin menjaga ketangguhan industri dalam negeri agar bisa bersaing di dunia," jata CTO CrowdStrike, Dmitri Alperovitch.
Adapun pelaku serangan sendiri diperkirakan adalah kelompok hacker Energetic Bear yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah Rusia. Indikasi ini terlihat dari adanya bantuan teknis dan analisis target yang dipilih oleh hacker tersebut.
"Kami sangat yakin dengan hal ini," imbuhnya.
Bagaimana menurut agan dengan indonesia,apakah punya persiapan dengan hal ini ?? jangan sampai kejadian kemarin terulang kembali
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar